Ustaz Salim A Fillah Berharap Menara Qur’an Jadi Simbol Inspirasi Perjuangan Umat Islam

0Shares

KARANGANYAR, (Pancaran.net) – Aktifis Masjid Jogokariyan Yogyakarta Ustaz Salim A Fillah berharap dengan diresmikannya Menara Qur’an Karanganyar dapat menjadi pengingat bahwa sesungguhnya Al Qur’an menjadi ruh perjuangan para pahlawan kemerdekaan dalam meraih kemerdekaan Indonesia.

Sebelumnya, penulis buku Islam ‘Nikmatnya Pacaran Setelah Menikah’  tersebut menjadi pembicara saat peresmian Menara Qur’an pada Sabtu, (17/8/2019).

“Mudah mudahan menara Qur’an ini menjadi salah satu simbol pengingat bahwa jihad kita diinspirasi Al Qur’an, perjuangan kita diinspirasi Al-Qur’an,” katanya kepada Pancaran sabtu, (17/8/2019).

“Dengan begitu kita perlu menjadikan tempat ini sebagai tempat pembinaan bibit bibit para mujahidnya Allah yang akan membebaskan kita dari keterjajahan,” sambungnya.

Kalau dengan Qur’an, kata ustaz Salim, kita akan bisa membawa masyarakat lebih dekat pada Allah Subhanahu Wata’ala, merdeka di segala bidang.

“Merdeka dari penghambaan kepada makhluk, untuk menuju penghambaan kepada Allah, merdeka dari sempit dunia menju luasnya akhirat, merdeka dari berbagai sistem untuk menuju keadilan Islam,” pungkasnya.

Menara Qur’an sendiri dulunya bernama Menara Doa, sebuah bangunan megah yang berdiri di atas tanah 3200 m di wilayah Karangturi, Gondang Rejo, Karanganyar.

Bangunan tersebut direncanakan akan digunakan untuk kegiatan gereja seperti panti jompo, pengkaderan, retreat. Namun karena si pemilik lahan tersebut butuh uang lantas dijual dan didengar langsung oleh pengurus Hidayatullah Solo dan kemudian dibelinya seharga 2.5 Miliar. [RA]