Peringati Hari Kemerdekaan, Warga SDIT Nur Hidayah Ikuti Upacara HUT RI ke-74

0Shares

SOLO, (Pancaran.net) – Warga SD Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah Surakarta, dengan penuh antusias mengikuti Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 yang diselenggarakan di halaman gedung barat sekolah. Sabtu (17/08).

Para siswa berseragam merah putih, sementara guru karyawan mengenakan seragam biru hitam lengkap dengan dasi dan pecinya. Pasukan pengibar bendera (Paskibra) maupun petugas upacara lainnya mengenakan seragam putih-putih, berselempang dan berpeci. Sementara tim paduan suara memakai beragam baju adat daerah dengan warna-warni warna dan aksesorisnya.

Upacara berlangsung penuh khidmat. Pengibaran bendera merah putih yang dilakukan oleh tim Paskibra yang berjumlah 12 siswa berjalan dengan apik dan lancar. Derap suara sepatu memastikan langkah tegak yang rancak para Paskibra. Iringan lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh tim paduan suara semakin meneguhkan dan menggelorakan semangat nasionalisme dalam diri.

Dalam amanat upacaranya, Ustadz Waskito, S.Pd.  selaku Kepala SDIT Nur Hidayah sekaligus bertindak sebagai Pembina Upacara menyampaikan, “Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Bekerja Keras untuk Kemajuan Bersama. Saya ajak agar seluruh warga sekolah dapat terus menjaga kedaulatan negara dan keutuhan bangsa sebagai bentuk penghargaan dan balasan atas pengorbanan para pahlawan dan pendahulu yang telah mempertahankan kemerdekaan,” ujarnya.

Selain itu, kemerdekaan harus dimaknai sebagai dorongan untuk bekerja lebih keras dan bersatu menyelesaikan masalah-masalah besar bangsa dan negara serta mengisi kemerdekaan dengan langkah-langkah nyata demi kejayaan bangsa dan negara.

Beliau juga mengutip surat edaran dari Kemendikbud yang berisi dua point penting yaitu mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan Tri Pusat Pendidikan, yaitu bahwa pendidikan itu tidak hanya berpusat pada sekolah, namun juga berpusat pada keluarga dan masyarakat. “Mari, kita mengisi kemerdekaan ini dengan perilaku dan karakter yang terpuji sebagai bentuk akan kecintaan kepada bangsa dan negara serta selalu ingat untuk tetap mengibarkan semangat “merah putih” di hati sanubari masing-masing,” ungkapnya di akhir amanat upacara.

Seusai pelaksanaan upacara, peserta upacara disuguhi hiburan yang semakin membuat suasana upacara pagi ini tambah asyik. Beberapa lagu perjuangan dan lagu daerah dinyanyikan dengan apik oleh tim paduan suara. Ada Hari Merdeka, Satu Nusa Satu, Tanah Pusaka, Yamko Rambe Yamko, Cik Cik Periuk, dan lainnya.

Usai hiburan berakhir, guru karyawan dan petugas upacara menyantap sarapan bersama yang telah disediakan di aula sekolah. []