Dua Tokoh Umat Islam Solo Telah Menghadap Rabb-Nya

0Shares

SOLO, (Pancaran.net) – Kepergian dua tokoh Islam Soloraya KH Wahyudin dan Ustadz Dahlan telah membuat duka mendalam bagi kaum muslimin. Tak dipungkiri selama keduanya hidup begitu banyak perjuangan dakwah yang ditorehkan.

Berikut ini adalah catatan kecil dari Ustadz Dr. Hasan Elqudsy, selaku Ketua Komisi Fatwa MUI Surakarta terkait kedua sosok pejuang dakwah tersebut.

Ahad 3 Zulhijjah 1440 H, 4 Agustus 2019,  Kota Solo sedang dilingkupi awan hitam. Berita duka dan kesedihan telah meliputi seluruh kaum muslimin di Solo Raya. Dua tokoh pejuang dan pembela umat telah pulang kembali kepada Allah Subhanahu Wa ta’ala.

Keduanya merupakan diantara tokoh dan penggerak umat Solo Raya dalam setiap menghadapi dinamika keumatan.

Keduanya hampir bersamaan waktunya dirawat di PKU Muhammadiyah Surakarta dan dua-duanya hampir bersamaan dipanggil Allah di hari yang sama yaitu hari Ahad.

Tokoh pertama kita bernama Ustadz Dahlan yang memiliki nama asli Soedahlan. Beliau wafat pada usia 87 tahun.  Dikenal dikalangan aktivis sejak muda. Pada tahun 65 an, beliau turut dalam perjuangan membasmi PKI di Solo Raya. Masa-masa hidupnya diisi dengan perjuangan dan membantu umat dalam menyelesaikan berbagai macam persoalan.

Sempat menjadi salah satu tokoh di MTA. Aktif di pengurus FKUB Kota Surakarta. Terakhir beliau adalah salah satu anggota aktif di komisi ukhuwah MUI Surakarta.

Tokoh ini memiliki roh perjuangan yang seakan tak pernah padam. Semangat perjuangannya untuk Islam terus menggelora sekalipun usia tidak lagi mengizinkan. 

Hal tersebut terlihat 5 hari sebelum meninghalnya,  tepatnya hari Selasa 30 Juli, beliau masih ikut rapat dengan tokoh-tokoh di Surakarta. Membahas berbagai macam persoalan umat di Surakarta.

Ustadz Dahlan juga dikenal sebagai tokoh yang dekat dengan kaum duafa atau kaum pinggiran. Beliau tercatat salah satu tokoh yang memperjuangkan berdirinya Masjid di daerah “abangan” di Gilingan.

Bahkan umur yang sudah lanjut, tidak membuat surut nyali Ustad Dahlan melakukan aktifitas dakwah secara mandiri. Jika tidak ada yang menjemputnya,beliau menghadiri berbagai aktifitas dan rapat dengan naik kendaraan sendiri yaitu motor maticnya.

Takdir Allah menutup usianya selepas ia keluar dari masjid MUI Surakarta dan terpeleset jatuh yang mengakibatkan pendarahan di otak.

Tokoh kedua kita adalah Kyai Haji Wahyudin atau dikenal dengan Ustad Wahyudin.

Beliau adalah sosok yang sangat sederhana dan sangat santun ketika berbicara.

Tidak hanya sekedar pandai dalam beretorika, tetapi dikenal juga sebagai tokoh yang mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari.

Beliau juga termasuk tokoh yang aktif serta memberikan masukan-masukan terhadap problematika umat di Surakarta dan sekitarnya.

Beliau yang kini menjabat sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Al-Mukmin Ngruki, wafat di RS PKU Muhammadiyah Solo, Ahad (4/8/2019) pukul 15.35 WIB.

Sesuai wasiatnya, beliau akan dimakamkan di tempat kelahirannya di Ciamis.

Sesuai pengamatan penulis, kedua tokoh ini mendapatkan penghormatan dan apresiasi luar biasa dari pada umat.  Hal itu terlihat dari begitu banyak jamaah berbondong-bondong untuk memberikan penghormatan terakhir dan mensholatkan kepada kedua tokoh umat tersebut.

Semoga amal ibadah kedua tokoh umat ini, diterima oleh Allah dan segala dosanya diampuni oleh-Nya. Serta dengan rahmat-Nya memasukkan keduanya ke dalam surga-Nya. Amiin.

Selamat Jalan Wahai Para Guru….. 

Dr. Hasan Elqudsy

 

Ketua Komisi Fatwa MUI Surakarta