Sasar Kaum Milenial, Baitul Wakaf Gelar Studium General Aksi Wakaf

0Shares

DEPOK, (Pancaran.net) – Guna mendorong kesadaran masyarakat, terutama entitas muda di kampus, Baitul Wakaf bersama Laznas BMH dan STIE Hidayatullah Depok menggelar Studium General Aksi Wakaf di Aula Pesantren HIdayatullah Depok, Ahad (4/8).

Direktur Baitul Wakaf, Rama Wijaya menjelaskan bahwa program ini penting guna menyiapkan wakaf ke depan lebih hidup di tengah-tengah umat.

“Membangun kesadaran masyarakat tentu saja butuh waktu dan butuh pola. Baitul Wakaf melihat kampus, anak muda adalah entitas strategis di masa depan. Maka event ini sangat penting guna menjadikan sosialisasi dan edukasi wakaf ke depan lebih baik lagi, sehingga perlahan apa yang selama ini menjadi potensi benar-benar menjadi kekuatan wakaf di Indonesia,” terangnya.

Hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut Komisioner Badan Wakaf Indonesia (BWI) JE. Robbyantono, kemudian Head Partnership PT Ammana Fintek Syariah Agus Kalifatullah Sadikin, dan Wakil Direktur Utama Laznas BMH, Supendi.

Dalam paparannya, JE. Robbyantono menjelaskan perihal pentingnya wakaf produktif yang sejak masa sahabat telah diteladankan.

“Umar bin Khathab itu mewakafkan kebun kurma. Bukan buah kurmanya, atau hasil penjualan buah kurma, tetapi kebunnya, inilah wakaf produktif. Jadi kalau perusahaan yang diwakafkan bukan keuntungannya, tapi yang diwakafkan adalah saham perusahaannya. Yang diwakafkan adalah engine-nya, yang diwakafkan adalah alat yang memproduksi, bukan hasil produksinya. Ini wakaf Umar bin Khathab,” urainya.

Sementara itu, Agus Kalifatullah menjelaskan betapa wakaf sekarang sangat mudah untuk disosialsiasikan dan dilakukan.

“Dengan perangkat modern era 4.0 interaksi kebaikan sangat memungkinkan dilakukan tanpa harus tatap muka. Nah, di sini wakaf bisa kita lakukan, sehingga jika dapat dimaksimalkan, maka akan banyak saudara kita terbantu oleh pemberdayaan dari hasil wakaf, sehingga mereka selamat dari jeratan rentenir pinjaman online,” jelasnya.

Pada saat yang sama Wakil Direktur Utama Laznas BMH mengajak komponen anak muda untuk melek dengan wakaf agar ke depan pola pemberdayaan bisa semakin variatif, massif dan efektif.[]