Innalillahi, Ustadz A Dahlan Meninggal Dunia

0Shares

SOLO, (Pancaran.net) – Umat Islam Solo berduka atas meninggalnya Ustadz A Dahlan. Ahad, (4/8) pagi ratusan masyarakat datang bertakziah ke rumah beliau di kampung Kenteng RT 03 RW 07 Semanggi, Pasar Kliwon.

Dari informasi yang diperoleh di lapangan Ustadz Dahlan meninggal karena kecelakaan, saat beliau hendak pergi ke Masjid MUI untuk melakukan sholat Isya. Dalam perjalannnya mengendarai sepeda listrik Ustadz A Dahlan tak sengaja menyerempet gerobak penjual makanan hingga akhirnya terjatuh.

Jenazah sebelumnya sempat di bawa ke rumah sakit PKU Muhammadiyah Solo namun pada pukul 02.00 dini hari Ustadz A Dahlan menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Ustadz A Dahlan sendiri merupakan pejuang dakwa semasa hidupnya. Ia aktif dibeberapa organisasi Islam dari remaja hingga akhir hanyatnya menjabat sebagai pengurus MUI Kota Surakarta dan juga FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama).

Ustadz Suharto mewakili MTA dalam sambutannya menyebutkan bahwa, Ustadz A Dahlan adalah tokoh sejak 1972 hingga sekarang. Beliau hingga meninggal dunia tetap Istiqomah dalam melaksanakan dakwah.

“Kami dari MTA mengiklaskan bahwa beliau termasuk hamba Allah yang taat. Kepada keluarga untuk mengiklaskan, karena ditinggal orang yang dikasihi Allah SWT,” ujarnya.

Janganlah kesedihan menghambat sowannya ke hadirat Allah SWT, Kami dari MTA mengiringi doa semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT.

Sementara itu KH Muqarabin mewakili MUI Solo dan FKUB kota Surakarta dan keluarga IPHI Semanggi dalam sambtannya juga menyampaikan bela sungkawa.

“Ikut berduka cita atas meninggalnya Ustadz Dahlan, sejak muda dan sampai sekarang usia 87 tahun tetap eksis berdakwah namun tetap talabul Ilmi dan ikut dalam gerakan Islam,” katanya.

Atas nama MUI dan FKUB kami ikut mendoakan mudah-mudahan Alharhum diterima amal kebaikannya dan kepada keluarga semoga diberi ketabahan dan meneladani dalam kegiatan dakwah serta daapat melanjutkan estafet perjuangannya.

Ustadz A Dahlan dimakamkan di pemakaman Muslim Polokarto Sukoharjo, beliau meninggalkan satu istri, 6 anak dan 9 cucu.[]