Ketua MUI Jatim: Bangun Ekonomi Umat dari Desa

0Shares

BONDOWOSO, (Pancaran.net) –  Ketua MUI Jatim, KH Abdussomad Buchori mengajak semua pihak ambil bagian memakmurkan masyarakat. Membangun negara diperlukan ilmunya ulama, adilnya para pejabat, dan kedermawanan orang-orang kaya.Karenanya,  Jangan sampai kekayaaan berputar pada orang-orang tertentu, tapi harus merata.

“Arus baru ekonomi harus dimulai dari bawah, sambil mengutip Quran Surat al- a’raf: 96, yang artinya “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri (al-quro) beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya,” ujarnya.

Al-Quro adalah jamak dari al-qoriyah yang artinya kampung/desa. Jadi membangun ekonomi ummat harus dari desa.

Ekonomi harus kita garap, karena kefakiran mendekatkan orang pada kerusakan, tambah Kiai Somad. Ulama umara perlu menyatu dalam pembangunan umat agar lahir baldatun tayyibatun warabun ghafur.

Sementara itu, Kepala Perhutani Divisi Regional Jatim  Oman Suherman mengatakan, pihaknya siap menfalitasi Pinbas MUI, untuk menfaatkan lahan agar bisa memberi kesejahteraan masyarakat.

“Penananaman uji coba yang dilakukan pinbas-MUI Jatim baru 41 hektar.Kalau MUI  mau, masih ada 500 ha masih bisa dikelola,” katanya.

Herman menambahkan, kerjasama Pinbas MUI dengan Perhutani ini adalah sharing krrjasama: 70 % untuk masyarakat, 20 kembali ke Pinbas, 10 % sisanya ke Perhutani.

Sebelum ini, melalui proyek percontohan program domba nasional (Prodombas) dengan memanfaatkan lahan hutan Perum Perhutani, Pinbas sudah berhasil mengenbangkan domba dan sapi.

“Menjelang Idul Adha ini kita sudah laku 8000 ekor domba, ” kata drh Haryo, penanggung jawab Prodombas.[]