Gelar Seminar Parenting, SDIT Nur Hidayah Hadirkan Ustadz Salim A Fillah

0Shares

SOLO, (Pancaran.net) – Ada pemandangan yang berbeda di Nalendra Ballroom DWangsa Lorin Hotel Solo. Alunan musik gamelan dari Kelompok Karawitan ‘Waskito Laras’ Guru Karyawan SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta mengalun merdu. Langgam KeboGiro, Solo Berseri, Gugur Gunung, Suwe Ora Jamu, Mari Kangen, Prau Layar, dll. mengalun menyambut kehadiran para tamu orangtua siswa, guru karyawan, maupun undangan. Berderet-deret stand beraneka jualan terlihat tertata rapi, semakin meramaikan suasana.

Ya, Ahad pagi (28/07) SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta, menggelar kegiatan Seminar Parenting Interaktif bertajuk “Membangun Harmoni Keluarga yang Dirindu Surga” dengan pembicara Ustadz Salim A Fillah, dari Yogyakarta, penulis buku bestseller Lapis-Lapis Keberkahan, Saksikan Aku Seorang Muslim, dll.

Kegiatan diawali dengan pentas seni dari beberapa siswa yang menampilkan nasyid dan tarian. Dalam sambutannya, Waskito, S.Pd. selaku Kepala Sekolah menyampaikan, “Keluarga adalah pondasi utama pendidikan bagi anak-anak. Menciptakan harmoni yang harmonis dalam keluarga, kerjasama antara ayah dan ibu menjadi keniscayaan agar pendidikan anak-anak berjalan dengan baik. Penting untuk menjaga keluarga dari hal dari hal-hal yang tidak diridhoi Al Kholiq, agar keluarga kita dirindu oleh surga.”

Mengawali seminarnya? Ustadz Salim A Fillah menyampaikan tentang indahnya kebersamaan. Bahagia membina keluarga di dunia dan berlanjut hingga ke surga merupakan dambaan setiap orang.

Mengutip surat Ar-Rum ayat 22, yang berartikan, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”Beliau menafsirkan setiap kata dari ayat tersebut dengan bahasa yang menarik dan indah untuk didengarkan.

Selain membahas perihal membina keluarga yang harmoni dalam kesempatan tersebut juga disinggung tentang banyak generasi muda saat ini yang kecanduan gadget karena salah satunya adalah orangtua tidak responsif terhadap kebutuhan anak dalam bermain.

“Orangtua cenderung mode in silent ketika mereka ingin bermain, sedang handphone dapat merespon kebutuhan tersebut,” terangnya.

Dan inti dari seluruh kegiatan tersebut adalah bahwa dalam membangun keluarga dibutuhkan harmonisasi antara sakinah, mawaddah, dan rahmah. Serta yang tidak kalah pentingnya adalah adanya kerjasama antara orangtua dalam mendidik putra-putrinya. []