Tingkatkan Pendapatan, Baznas Bidik Guru ASN Bersertifikat

0Shares

KARANGANYAR – Penarikan zakat oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) membidik dana sertifikasi guru berstatus Aparatur Sipil Negara (PNS). Di Karanganyar, potensi pengumpulannya mencapai Rp 3 miliar per tahun.

“Biasanya, zakat dari PNS secara otomatis dipotong dari gaji pokok per bulan. Dengan turunnya dana sertifikasi guru, maka itu juga dapat disisihkan untuk berzakat,” kata Wakil Ketua Baznas Bidang Perencanaan dan Pelaporan, Abdul Muid, Senin (15/7). Demikian dilansir krjogja.

Berdasarkan penarikan zakat reguler melalui pemotongan gaji ASN dan sumbangan lainnya, Baznas Karanganyar mampu mengumpulkan zakat infak shodaqoh (ZIS) Rp 15,4 miliar pada 2018. Diprediksi, jumlah itu bertambah menjadi 18 miliar pada 2019 jika diakumulasi dengan zakat bersumber dana sertifikasi. Adapun jumlah guru ASN di Karanganyar sekitar 8.000 orang.

“Dana sertifikasi ada dua. Yakni tunjangan profesi guru (TPG) dan tunjangan profesi pendidik (TPP). Diharapkan, pada pencairan termin kedua ini, dapat langsung diambil zakatnya,” katanya.

Secara teknis, penarikan zakat diawali surat pernyataan kesanggupan. Kemudian dikelola Unit Pengumpul Zakat (UPZ), dimana uang yang terkumpul langsung disetor ke Baznas melalui bank yang ditunjuk. Besaran zakat dari dana sertifikasi ditentukan 2,5 persen sedangkan sumber dari gaji pokok bervariasi sesuai kesanggupan. Yakni 2,5 persen, 2 persen dan 1 persen.

Ketentuan ini telah disosialisasikannya ke stakeholder pendidikan. Ia berpedoman UU no 23 tahun 2011 dan PP no 14 tahun 2014 tentang Pengelolaan Zakat serta SE Mendagri No 450.12/3302/SJ dan SE Bupati Karanganyar no 451/3.559.1.6/2019 tentang Peningkatan Pengumpulan ZIS Kabupaten Karanganyar.  “Di lingkungan Kemenag atau guru Mts sudah selesai bayar. Tinggal guru SMPN dan UPT-nya yang belum bayar di Juli,” katanya.

Abdul menyebut, jumlah zakat dan infak dihimpun Januari-Juni 2019 Rp 6,582 miliar. Sedangkan pengeluarannya Rp 6,122 miliar. []