17 Tahun Kumpulkan Uang Koin, Pasutri Ini Daftar Haji

0Shares

KARANGANYAR – Niat pasangan suami istri (pasutri) Ahmad Muntholib, 52, dan Sri Mulyani, 52, menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci sudah bulat. Setelah menabung selama 17 tahun lalu, kemarin keduanya resmi daftar ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Karanganyar. Namun, mereka harus sabar menunggu 24 tahun lagi untuk menunaikan rukun Islam ke lima ini. Seperti apa kisahnya?

Dilansir radar solo, ada kisah menarik di balik Sri Mulyani bersama sang suami daftar haji di Kantor Kemenag Karanganyar kemarin. Biaya pendaftaran haji Rp 50.200.000, sebagian dibayar menggunakan uang koin. Uang tersebut sengaja dikumpulkan pasutri ini sejak awal menikah 17 tahun lalu. Bukan ditabung di bank, melainkan dimasukkan ke dalam celengan berbentuk harimau. Celengan itu dibeli ketika keduanya jalan-jalan di Pasar Rakyat Cembengan belasan tahun silam.

Uang tersebut dikumpulkan dari sisa belanja kebutuhan sehari-hari pasutri ini. Mulai pecahan Rp 500 dan Rp 1.000. Sebelumnya Sri Mulyani sehari-sehari bekerja sebagai penjahit di rumahnya. Namun, kini dia fokus mengurus cucu dari anak pertamanya di rumahnya. Sementara sang  suami hingga kini masih bekerja sebagai karyawan di perusahaan tekstil.

“Uang yang saya setorkan untuk pendaftaran itu semua adalah hasil dari uang koin yang saya sisihkan selama 17 tahun. Beberapa kali celengan itu saya bongkar, dan uanganya saya tabung ke bank. Kemudian saya gunakan lagi celengannya. Terakhir saya buka kembali terkumpul Rp 2,7 juta dalam bentuk koin semua,” terang Sri Mulyani.

Uang Rp 2,7 juta ini untuk menggenapi biaya pendaftaran haji di Kemenag Karanganyar. Sebelumnya dia dan suami sudah setor Rp 47 juta lebih ke Kemenag. Dia mengaku sempat waswas ditolak petugas ketika akan membayar dengan uang koin tersebut. “Begitu petugas mau menerima uang koin ini saya lega,” ujarnya.

Memang butuh waktu tidak sebentar untuk menghitung kembali uang koin yang dibawa menggunakan tas koper kecil tersebut. Beruntung saat itu dia dan suami dibantu sejumlah orang yang juga akan mendaftar haji untuk menghitung kembali uang recehan tersebut.

“Iya, dibantu pegawai dari Kemenag dan beberapa calon jamaah haji yang hari itu juga daftar. Akhirnya selesai juga. Sekarang sudah plong, tinggal menunggu proses selanjutnya,” ujarnya.

Di sisi lain, Pelaksana Harian Kepala Kantor Kemenag Karanganyar Wiharso membenarkan ada pasangan suami istri calon jamaah haji yang mendaftar haji dengan menggunakan uang koin. Diperkirakan Sri Mulyani dan suaminya harus menunggu sekitar 24 tahun lagi untuk berangkat ke Tanah Suci.

“Kemarin saya juga kaget. Ada calon jamaah yang membawa koper dan membawa uang recehan koin, sampai proses pendaftaran mundur. Beberapa calon jamaah malah ikut menghitung uang koin tersebut dibantu dengan anak-anak PKL (praktik kerja lapangan) di Kemenag,” ujarnya. []