RSI Yarsis Kantongi Hasil Visitasi Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo

0Shares

SUKOHARJO – Manajeman Rumah Sakit Islam (RSI) Yarsis Surakarta mengaku sudah mendapatkan berita acara hasil visitasi Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo. Bahkan hasil ini sudah ditembuskan langsung ke Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

‘’Kami sudah mempunyai berita acara hasil visitasi Mei 2019. Itu baru kami minta belum lama ini dan langsung diberi oleh Dinas Kesehatan,’’ ujar Ketua Pengawas RSI Yarsis Surakarta, Muh As’ad, Kamis (10/7). Seperti dilansir suara merdeka.

As’ad mengatakan hasil visitasi itu diperoleh setelah manajemen menyerahkan berita acara constatering atau pencocokan aset RSI Yarsis yang dilakukan Pengadilan Negeri (PN), 8 Juni. Pencocokan itu dilakukan untuk kepentingan eksekusi dan hasilnya Yarsis menguasai aset.

‘’Hasil constatering itu kami serahkan ke Dinas Kesehatan Sukoharjo, 8 Juli. Alhamdulillah, hasil visitasi itu juga ditembuskan ke Dinas Kesehatan Provinsi dan itu nanti sebagai rekomendasi untuk pengoperasional rumah sakit,’’ kata dia.

Visitasi oleh Dinas Kesehatan Sukoharjo itu sebagai menindaklanjuti pengajuan dokumen dari manajemen RSI Yarsis untuk persyaratan pengajuan izin operasional rumah sakit.

‘’Kita sudah datang ke RSI Yarsis untuk melakukan pravisitasi untuk melihat kondisi riil RSI Yarsis dan membandingkan dengan dokumen yang diterima, apakah sama atau tidak, sebelum benar-benar operasional,’’ jelas Plt Kepala Dinas Kesehatan Sukoharjo, Yunia Wahdiyati.

As’ad mengakui hasil ini ditunggu-tunggu manajeman untuk membuka semua layanan RSI Yarsis. Sekarang yang baru dibuka Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Maret lalu. Harapannya akhir Juli ini sudah keluar izin untuk membuka semua layanan.

‘’Persiapan untuk RSI Yarsis secara keseluruhan sudah kami lakukan. Karyawan dan dokter tidak ada masalah, peralatan siap. Sekitar 95 persen kami sudah siap, untuk operasional lagi kami menunggu rekomendasi dari Dinas Kesehatan Provinsi, biasanya itu satu sampai dua minggu waktunya,’’ kata As’ad.

Menurut dia, Dinas Kesehatan memberi beberapa catatan-catatan yang harus diperbaiki dan dilengkapi RSI Yarsis. Seperti masalah administrasi dan manajemen, sumber daya manusia, instalasi laboratorium dan pengelolaan lingkungan hidup.

Sebagian catatan-catatan itu sudah diperbaiki dan masih dalam proses. ‘’Tidak masalah ada catatan-catatan itu. Kami siap memperbaiki dan itu sudah ada yang selesai,’’ pungkasnya. []